Sudah 2 malam, yaitu Jumat malam dan Senin tadi malam saya pulang dengan rute Om Diding & Om Biyoso, yaitu lewat Pasar Kecapi.
Berhubung cuaca kemarin cerah, dan langit agak terang. Diputuskan untuk mencari rute baru yang lebih dekat, yaitu Jalur Pinggir Tol JatiWarna.
19.30, sudah sampai di bundaran Jatiwarna, setelah belok kiri dari Pasar Kecapi.
Ambil jalan yang lurus (begitu kata pak Ustadz), saya ikutin jalan lurus di samping rumah makan Padang, lalu belok kanan ke jembatan penyebrangan tol kemudian belok kiri (begitu kata Om Diding). Jalur sangat enak, nyaman, sepi, kosong, mulus dan turun terus....
ujung turunan adalah kolong jembatan tol untuk menuju jalur sebrangnya. Setelah kolong tol ada tanjakan mulus, yang kalau dilihat dari arah adalah menuju keluar Tol Jatiasih. (wah sudah dekat, cepet sekali sampai begitu yang ada di benak). langsung saya tancap
tanjakannya.
Beberapa orang menyapa, "baru pulang pak?". "eh. iya" jawab saya dengan ramah.
Setelah tanjakan terlihat hanya 1 - 2 rumah saja dengan penerangan Lampu Pijar (bohlam, begitu orang belanda bilang), dan jalanan berubah menjadi jalan tanah. Asyik nih single track, kembali hanya diterangi lampu jalanan bohlam yang dengan tiang bambu. Malam itu saya tidak pake lampu sepeda karena baterai sedang lemah.
Akhirnya setelah beberapa lama di kegelapan, karena langit yang terang tidak bisa menembus rindangnya pepohonan. Sampailah saya ditempat yang kembali ada
penerangan. Ternyata itu adalah pemancingan. Istirahat sebentar sambil minum (tentunya sambil berpikir arah mana lagi yang harus diambil, ke kiri pemancingan, ke kanan kebun, lurus sawah).
"Mau kemana Pak?" saya dikejutkan oleh sapaan.
ternyata adalah pengurus pemancingan.
"Ke Arah JatiAsih atau Komsen Pak" jawab saya.
"Wah bapak salah jalan, memang banyak sepeda yang suka nyasar ke sini Pak?" kekkekekekekkek. ..
ternyata nyasar gak sendirian.
Saya memang bukan penganut ajaran "malu bertanya sesat dijalan", tapi jalan dulu terus tersesat, baru nggak malu bertanya.
Akhirnya ditunjukkanlah jalan yang benar, yaitu..
jalan normal melalui PuriGading yang saya sudah tahu..
wuiksss 30 menit hanya untuk nyasaaaarrrr.
Langsung Balik Arah...
masih penasaran, diperjalanan saya bertanya kepada orang lain. jawabannya tetap ditunjukkan jalan yang sama...
Penasaran...
kayaknya dulu pernah di daerah sini dan keluar di Jl. Bina Asih dekan Pom Bensin, hanya waktu itu rute saya dari arah Perum Angkasa Puri Jati Mekar.
Diperjalanan pulang harus melalui beberapa Kuburan, karena di kampung Kebantenan jalan malam itu tertutup ada acara di Pesantren, dan mau tidak mau harus melalui kebun bambu... hiyyyyyy......
Akhirnya 20.30 sampai di rumah.
hallo rekan-rekan PGCC, JJ, JatiAsih, Jatiluhur, Telkom, VNI, SaptaPesona, Mandosi, Bumi Mutiara, Danamon, Jatisari, Angkasa Puri ada yang tahu gak yah rute yang benarrrrrr.....(maaf yang tidak keabsen).