Ini adalah kedua kalinya saya mengikuti Studium Generale IPDN, setelah pada 1 Maret ikut kuliah perdana Gadog-RA (3sks) yang berjarak 21.5km.
Kuliah kali ini adalah ke bumi Perkemahan Sukamantri Gn.Salak Bogor yang hanya berjarak 12-13 km saja dari starting point yaitu Lippo samping Balai kota Bogor. Kami berdua, Iwanqq-Blacken sampai di Starting point jam 6.20, dan sudah hadir om Cipluk Ireng beserta temen-temen PCS lainnya.
Berbeda dengan Gadog-RA yang jalannya mulus dan nikmat. Sukamatri memiliki trek yang bervariasi, mulai dari jalan aspal mulus, rusak, batu-batu lepas, batu-batu jahanam laknat, batu makadam sampai batu berlumut.
Dan sungguh suatu kehormatan bisa genjot bareng dengan atlet-atlet dari PBS Sinar Sentosa Purwakarta yang ingin mencicipi trek ini.
Setelah briefing pada jam 7.30 oleh om Nota selaku Huji IPDN dan Om Dani Ti Bogor selaku Puri IPDN di Lippo Bogor, kelonan 1 (kelompok nanjak 1) mulai start jam 7.44 dengan Om Lilik sebagai Road Captain.
Etape pertama musuh para nanjakers adalah angkot!!!, gimana nggak begitu keluar start aja sudah dihadang angkot-angkot ijo. Bogor memang selain terkenal dengan kota ujan, juga dijuluki kota sejuta angkot. Dari balaikota lurus terus, didepan Museum Zoologi para praja dan calon praja belok kanan menuju Jl. Empang (Ramayana). Saya teriak sama om Blacken "Blacken, kita ditipu IPDN nih, katanya nanjak. Ini kan turunan terus". Jalan memang menurun sampai lampu merah,kami belok kanan dan jalanan masih tetep menurun. Setelah melewati jembatan Cisadane, ada pertigaan ke kanan ke Ciomas ke kiri ke Cikaret .Ambil jalur ke kiri kearah Cikaret.
Mulai dari sinilah "kutukan" itu harus dinikmati. Rupanya seperti kata pepatah kita harus bersusah-susah dahulu untuk mendapatkan tanjakannya. Tabokan demi tabokan saya layangkan ke arah shifter kanan, dan tetap terjaga jangan sampai nabok abis, sehingga nggak bisa nendang pedal lagi. Setelah tabok-tabokan dan tendangan-tendangan. akhirnya kelonan 1 sampai di Pos 1 pada pukul 8.15. Kelonan masih terjaga dengan baik dan tidak harus menunggu lama.
Dengan rona wajah riang kelonan satu pada Jam 8.28 start lagi untuk menuju Pos2.
secara bertahap dekadensi trek dimulai. Mulai dengan aspal masih mulus, lalu aspal berlobang sampai jalan aspal rusak dan jalan yang aspalnya gak tau kemana,hanya tinggal batunya saja. Bahkan menjelang orgasme di Pos2 adalah batu-batu lepas. Dashyattt Om.
Terdengar seorang Praja berteriak pake bahasa Perancis "Waduhhh, beak gigina euy!!! "Sok atuh lamun gigina tos beak mah "gigitekan bae atuh" begitu saya timpali.
Akhirnya satu-persatu kami sampai di Pos 2 pada pukul kira-kira 8.40.
Jam 9.00 mulai start lagi dari Pos 2, trek jahanam dimulai. Batu-batu besar, batu batu kecil, yang bulet, yang gepeng, yang tajam dan yang tumpul ngobrol jadi satu dan selalu bergerak kaya Ibu-ibu arisan. "Kaya Inul Euy" naik sepeda goyang-goyang terus.
Udah Panas, jalanan Rusak, Nanjak lagi --> Apa sih yang kau cari nak?
Satu-satu mulai turun karena goyangan Inul,cari tempat yg enak buat genjot,lalu mulai naik genjot lagi. Luar biasa, para praja nggak ada yang putus asa. Di kejauhan tampak seorang praja gowes agak ke kanan, tiba-tiba Hilang!! Wah sakti nih, punya ilmu Panglemunan kaya Invisible Man. kekekekkek ternyata dia oleng ke kanan dan jatuh masuk ke semak2 sampai menghilang.
Setelah ditemani teriknya matahari, nggak lama kami mulai memasuki hutan pinus yang rindang. Alhamdulillah, nikmat banget...
dengan semilir angin di punggung Gunung Salak ini terasa menyejukkan.
Sampailah di Gerbang Kujang Raider pada jam 9.30.
Dengan kontur trek yang berubah menjadi makadam yang dipenuhi lumut dan Pohon Pinus yang Tinggi sebagai Kanopi, kami menuju Bumi Perkemahan Sukamantri sebagai titik akhir tanjakan. Menjelang Finish ada trek yang menggoda penikmat, untuk melakukan "shortcut". Dan tidak tanggung-tanggung yang melakukan kecurangan ini adalah Dekan Pakultas Moron. Saya protess keras!!! "Kok curang Om". Dengan Bijak Pak Dekan menjelaskan bahwa
ini bukan curang, ini adalah cara-cara yang "smart". Karena Guru, harus digugu dan ditiru, maka sayapun mengikuti cara smart yang dilakukan Pak Dekan Pakultas Moron itu. Rupanya curang dan smart bedanya sangat tipis.
Saya sampai di Sukamantri jam 9.44. Berarti 2 jam saja dari Start point. Dua botol frestea dengan es + 1 gelas kopi item + Indomie Goreng menemani pendinginan, sebelum kami balik kanan melalui jalur Kondangan. Nggak lama satu persatu rekan kelonan 1 lainnya mulai bermunculan. Juga rekan-rekan BSD, om Halim Cs.
Pak Huji sampai jam 10.22 dan langsung bertiker ria.
Nggak berapa lama muncul Juara Gadog-RA om Inu yang gowes hanya mengenakan Bike Pant, edannnnn!!!!
Setelah berpamitan dengan para Praja dan Pejabat IPDN, jam 10.40 kami bertiga Om Blacken, Om Lukman dan saya meluncur balik kanan. "Emang Enak pake hardtail!!!!", begitu teriak Blacken meledek saya dari Anthems tunggangannya. Ya, Nggak enak sih Om - sakit hatiku diledek. Orang dari Sukamatri sampai Pos 2, saya gak berani duduk. Berdiri teruss!!!.Tangan tremorrrr...Kepikiran Gak Ngerem Ah, tapi baru sebentar sudah laju kenceng
& takut "tikusruk" akhirnya pencet rem lagi.
Sambil turun, memberi semangat juga kepada praja kelonan 2 yang sedang menikmati batu-batu laknat. "Ayo Om tinggal 2 belokan lagi!!!".
Di Pos 2 kami berpisah dengan Om Lukman yang mengambil jalur kanan, yaitu jalur yang sama pada saat berangkat. Kami berdua belok jalur kiri, yang jaraknya terpaut 2 km lebih jauh. Pulangnya nggak ada yang istimewa karena jalurnya hanya turunan saja. bossseennn.
11.30 kami sampai di samping balaikota lagi, dan langsung meluncur ke Bekasi.
Terimakasih kepada Rektor, para Guru Besar, senior dan seluruh civitas academica IPDN Cycling. sampai jumpa di kuliah berikutnya.
Hmmm, ternyata mitos itu tidak benar. Tidak ada kekejaman seperti yang kukira.