maaf, jangan salah mengerti! Istilah 'anjrit' sering dipergunakan untuk mengungkapkan suatu hal yang sangat tidak baik, tidak mengenakan, emosionalitas yang kasar. Tetapi tidak jarang juga untuk mengungkapkan hal-hal yang luar biasa, hal-hal yang dashyat.... misalnya kalau kita melihat sepeda teman-teman kita yang bagus-bagus, kita bilang, "gile sepedanya Anjrit-anjrit".
Begitu juga dengan Studium Generale IPDN 1 Maret kemarin, tanjakannya "anjrit-anjrit". dari total jarak tempuh +/- 21 km, paling hanya 500 meter jalan datar atau turunan landai selanjutnya sudah menyongsong tanjakan terjal atau tanjakan landai tapi panjang. Jadilah kembali ilmu kanuragan dikeluarkan, yaitu "Jangan lihat depan", lihatlah kebelakang pasti turunan melulu.
Beruntunglah saya paling gak suka turunan...
Pedal mulai digowes, robeker berada pada kelonan 2 (kelompok nanjak 2) Tanjakan pertama aja sudah menjatuhkan mental. sabar... sabar... Setelah tanjakan pertama ban terasa gembos, pompa dulu... jalan lagi... Sejauh-jauh mata memandang semua tanjakan.. Terberat adalah tanjakan Cibulan, terjal Um. Mulut terasa kering. Kepingin minum, tapi gak mau brenti genjot, sementara jemari tangan gak kuat untuk membuka slang air minum.
Pitstop pertama. Tengok kiri, ada warung jual teh botol... Um Antobotak lewat, lihat sepeda tergeletak tanya "kenapa?". "Minum dulu Um". oh Okeh. keluarkan duaribu, ambil satu botol teguk sampe abis... Jalan lagi salip beberapa temen ditanjakan... beberapa temen yang ngangkot mulai memberi semangat. "ayo om, sedikit lagi" sambil nunjuk sepeda saja dan ketawa kencang "wakakakakakakak", puassssss diatas penderitaan orang lain. Di tanjakan Tugu, melesat om Inu... gilaaaaaa kenceng banget...
Pitstop kedua. berhubung dari rumah belum sarapan pagi, jadilah bajigur dan ketimus pisang sebagai doping. lumayan dapat 5 menit di pitstop bajigur. Gak lama lagi kembali Antobotak muncul (Salut, si Um ini sabar banget gowesnya, konstan). keluarkan Camera, klik si um di-foto. Tunggu teman yang lainnya untuk moto, kok gak muncul muncul... gak sabar ahh... gowes lagi.
Setelah melewati tugu Gunung Mas, gak ada tanjakan yang terlalu terjal sebetulnya, hanya panjaaang saja. Kembali hanya kesabaran yang bisa menaklukannya. Dua, Tiga goweser mulai menyalip saya. Di area Riung Gunung, mulai terasa problem dengan "tembina", jadilah gowes duduk miring sana-sini. Di belakang kelihatan Um Iyunk dan klik masuk ke kamera.
Di kawasan kebun teh ini, kenikmatan terasa tatkala melihat ke blakang..., melihat tikungan demi tikungan yang telah didaki.
Jam 10an lebih mulai terlihat saung-saung RA, dari jauh kelihatan, rekan-rekan kelonan 1 mulai turun Ngofrod....
Finish, Lupa lihat jam, lupa lihat catatan waktu, mungkin sekitar 2 setengah jam. Laporan sama senior.... Parkir Bianchi. Om Bleken teriak dr warung "Woiii Om Iwan nyampe". Sudah menunggu om Alfa dan Aki Sukri.
Thank You untuk Rektor, Dekan dan seluruh jajaran guru besar IPDN serta Civitas Academia IPDN.
Pesan Sop Kambing, tepatnya Sop Tulang Kambing + Teh Manis.
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz ngantuk um.
Pulang Onrod, wusss.. wusss... wusss pada dendam kesumat. Sekali lagi Turunannya pun Anjrit. Sialnya saya paling gak suka turunan... jadi pelan-pelan ajah..... belaga sweeper... nikmati turunan dengan berlenggang. (kalau bisa mah mau TTB ajah di turunan) 1/2 jam sampelah di titik awal pendakian....
Sekali lagi. Thank You hidup IPDN!!!!
bergaya dulu sebelum pedal off.jpg
pitstop_bajigur.jpg 5 Comments
di salip om iyunk.jpg 1 Comment
blacken sampe duluan.jpg 1 Comment
Om Anggun siap meluncur.jpg
minjem punya om azwar.jpg
|